Dedi menyambut baik rencana pemanfaatan kawasan gedung Meikarta sebagai hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan konsep apartemen. Menurutnya, langkah ini dapat menjadi solusi konkret untuk mengatasi kebutuhan tempat tinggal yang layak di tengah keterbatasan lahan, khususnya di wilayah perkotaan. Konsep hunian vertikal dinilai mampu menjawab tantangan urbanisasi yang terus meningkat setiap tahunnya, kutip mono77.
Ia menilai, keberadaan apartemen MBR di Meikarta berpotensi memberikan akses hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan aspek kenyamanan dan kelayakan. Dedi juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur penunjang seperti transportasi, fasilitas umum, serta akses layanan pendidikan dan kesehatan agar hunian tersebut benar-benar bermanfaat bagi penghuninya.
Selain itu, Dedi berharap pengelolaan hunian MBR di Meikarta dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Pemerintah dan pengembang diminta bekerja sama untuk memastikan kualitas bangunan serta skema kepemilikan atau sewa yang tidak memberatkan masyarakat. Dengan perencanaan yang matang, ia optimistis Meikarta dapat menjadi contoh pengembangan apartemen MBR yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan rakyat.