Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri perkapalan nasional sebagai bagian dari strategi transformasi sistem logistik Indonesia. Langkah ini dilatarbelakangi oleh peran penting kapal dan galangan kapal dalam memastikan distribusi barang yang lancar antarwilayah, mengurangi biaya logistik, serta mendukung ketahanan pangan dan daya saing industri manufaktur domestik. Perkuatan tersebut dianggap krusial untuk membangun konektivitas maritim yang lebih efisien di tengah kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, kutip yes77.
Meski potensi industri perkapalan di dalam negeri cukup besar dengan ratusan galangan kapal yang tersebar di banyak provinsi, sektor ini masih menghadapi tantangan struktural seperti permintaan rendah, ketergantungan impor bahan baku dan komponen, serta utilisasi galangan yang belum optimal. Pemerintah melalui Kemenperin mendorong implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan kapal oleh pemerintah dan BUMN untuk memperkuat rantai nilai lokal, sekaligus membangun kapasitas industri komponen kapal nasional.
Selain itu, penguatan ekosistem industri kapal juga mencakup pengembangan sumber daya manusia dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing produksi kapal lokal di pasar global. Dengan adanya sinergi lintas pemangku kepentingan dan dukungan kebijakan strategis, sektor perkapalan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional tetapi juga menjadi kontributor penting bagi sistem logistik yang lebih efektif dan efisien, mendorong pertumbuhan ekonomi industri maritim Indonesia secara keseluruhan.